MATERI: ELT Emergency Locator Beacon Aircraft (ELBA) adalah suatu perangkat suar penentu lokasi untuk pesawat. Istilah ELBA ini diberikan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Kalangan lain menyebut perangkat ini Emergency Locator Transmitter (ELT) . Apa pun namanya, fungsi alat ini sama, yakni memancarkan sinyal radio agar lokasinya bisa diketahui sistem deteksi yang ada. Perangkat sejenis ELBA yang dipasang di kapal dinamakan Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB). Selain itu, ada pula alat sejenis untuk perorangan, yakni Personal Locator Beacon (PLB). Berbeda dengan ELBA dan EPIRB, PLB hanya bisa diaktifkan secara manual. Metode ELBA telah diterapkan lebih dari tiga dekade dan diyakini keandalannya oleh negara-negara maju di dunia. 1. Apa fungsi dan cara kerja ELT? Jawab: - ...
SOLUSI HOMOGEN DARI RELASI REKURENSI SOLUSI HOMOGEN DARI RELASI REKURENSI Solusi homogen dari sebuah relasi rekurensi linier dapat dicari dengan mengambil harga f(n)=0. Solusi homogen dari sebuah persamaan diferensial linier dengan koefisien konstan dinyatakan dalam bentuk An , dimana adalah akar karakteristik dan A adalah konstanta yang harganya akan ditentukan kemudian untuk memenuhi syarat batas yang diberikan. Dengan substitusi bentuk An kepada an pada persamaan homogen C0 an + C1 an-1 + C2 an-2 + … + Ck an-k = 0 , maka diperoleh C0 An + C1 An-1 + C2 An-2 + … + Ck An-k = 0. Dengan penyederhanaan pada persamaan tersebut, maka diperoleh C0 n + C1 n-1 + C2 n-2 + … + Ck n-k = 0 Persamaan ini merupakan persamaan karakteristik dari persamaan diferensial yang diberikan. Jika, bila adalah akar karakteristik dari persamaan karakteristik ini, maka An akan memenuhi persamaan homogen. Jadi, solusi homogen yang dicari akan berbentuk An. Bila persamaan karakteristik memiliki ...
Gambar di bawah adalah skematic TRANCEIVER, jelaskan ketika switch transmit ( T) dan ketika switch receive ( R) ! singkat saja. Jawab : Transmitter Mode(T/R switch di set Ke T) Pertama sinyal suara yang dihasilkan dari mic dikuatkan pada AF amplifier yang merupakan sinyal informasi yang akan dimodulasikan dengan sinyal carrier yang dihasilkan dari oscillator, akan tetapi sebelum dimix dengan sinyal informasi, sinyal carrier tersebut dinaikan lagi frequencynya, dengan Frequency multiplier. Dan setelah dinaikan, sinyal carrier tersebut dimix dengan sinyal informasi pada PW Amplifier serta dikuatkan yang kemudian dipancarkan/transmit, pada Antenna. Receive Mode(T/R switch di set Ke R) Sinyal radio ditankap antenna dan dikuatkan di RF Amplifier, kemudian dimix dengan frequency oscillator sebagai kriteria band pass filter. Kemudian sinyal mix di kuatkan sehingga menjadi frequency intermidate di IF amplifer, dan kemudian sinyal intermediate tersebut didetect ada sinyal inf...
FUNGSI PEMBANGKIT FUNGSI PEMBANGKIT Fungsi pembangkit (generating function) dari sebuah fungsi numerik an=(a0, a1, a2,… , ar, … ) adalah sebuah deret tak hingga A(z) = a0 + a1 z + a2 z2 + a3 z3 + … + an zn + … . Pada deret tersebut, pangkat dari variabel z merupakan indikator sedemikian hingga koefisien dari zn adalah harga fungsi numerik pada n. Untuk sebuah fungsi numerik an digunakan nama A(z) untuk menyatakan fungsi pembangkitnya. Contoh 6.1. Diketahui fungsi numerik gn = 3n , n 0. Fungsi numerik tersebut dapat pula ditulis sebagai gn = (1, 3, 32, 33, … ). Fungsi pembangkit dari fungsi numerik gn tersebut adalah G(z) = 1 + 3 z + 32 z2 + 33 z3 + … 3n zn + … yang dalam bentuk tertutup dapat ditulis sebagai G(z) = 1 3z 1 Jika fungsi numerik c merupakan jumlah dari fungsi numerik a dan b, maka fungsi pembangkit dari fungsi numerik c tersebut adalah C(z) = A(z) + B(z), dimana A(z) merupakan fungsi pembangkit dari fungsi numerik a dan B(z) adalah fungsi pembangkit dari fungsi...
CONTOH SOAL SISTEM RADAR KOMUNIKASI 11. Diskusikan keuntungan sistem lobus ganda dibandingkan sistem lobus tunggal dalam hal penentuan azimuth. Sistem lobus tunggal cocok untuk menentukan bantalan target selama tidak ada persyaratan untuk tingkat akurasi yang tinggi. Setelah sinyal yang kuat diterima, yang menunjukkan balok yang berpusat secara kasar, sistem lobus tunggal berada pada batas nilainya. Ini karena bentuk tetesan air mata dari pancaran radar membuatnya sangat sulit untuk disetel; azimuth antena ke titik pengembalian maksimum yang tepat. Sistem lobus ganda tidak memerlukan penentuan hasil maksimum, melainkan azimuth di mana sinyal balik sama untuk setiap lobus. Dari sudut pandang operator, lebih mudah untuk mencocokkan dua sinyal di mana terdapat referensi konstan daripada menentukan maksimum satu sinyal di mana terdapat referensi variabel. Sistem lobus ganda memiliki keuntungan tambahan yaitu, ketika pengaturan azimuth mendekati benar, pengembalian dari setiap l...
Komentar
Posting Komentar